Pengertian, Kewajiban, Syarat-Syarat, Yang Menerima dan Harta Yang Dikenai Zakat

2 Dec 2011

Zakat adalah
Secara etimologi zakat berarti bersih, berkembang atau penyucian. Zakat sendiri dibedakan menjadi dua, zakat harta (maal) dan zakat fitrah (bagi yang berpuasa sebagai pembersihan diri setelah berpuasa 30 hari di bulan ramadhan berupa 1 sha/2,5 kg makanan yang biasa dimakan). Zakat, keduanya wajib secara hukum agama.

Kewajiban Zakat
Dalam Al Qur’an begitu banyak di terangkan orang yang wajib zakat, di antaranya dalam surat Al Baqarah:110, Al Baqarah :177, Ali Imron:180, An Nisaa’:37, Al Maa’idah :12, Al Maa’idah:55, Al An’aam:141, At Taubah:5, At Taubah:11, At Taubah:18, At Taubah:34, At Taubah:71, Al Hajj:78, dan masih banyak lagi.

albaqoroh

Syarat-Syarat Zakat
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam masalah kewajiban zakat. Syarat tersebut ada yang berkaitan dengan muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) dan ada yang berkaitan dengan harta.

Syarat pertama, berkaitan dengan muzakki (orang yang mengeluarkan zakat):
(1) islam
(2) merdeka.

Adapun anak kecil dan orang gila jika memiliki harta dan memenuhi syarat-syaratnya- masih tetap dikenai zakat yang nanti akan dikeluarkan oleh walinya. Pendapat ini adalah pendapat terkuat dan dipilih oleh mayoritas ulama.

Syarat kedua, berkaitan dengan harta yang dikeluarkan:
(1) harta tersebut dimiliki secara sempurna,
(2) harta tersebut adalah harta yang berkembang,
(3) harta tersebut telah mencapai nishob,
(4) telah mencapai haul (harta tersebut bertahan selama setahun),
(5) harta tersebut merupakan kelebihan dari kebutuhan pokoknya.

Harta yang Dikenai Zakat
(1). Emas dan perak (mata uang).
(2). Hewan ternak (unta, sapi, dan kambing).
(3). Pertanian dan buah-buahan (gandum, kurma, dan anggur).

Yang Wajib Menerima Zakat
Firman Allah dalam Surat At Taubah ayat 60 menerangkan siapa saja yang berhak menerima zakat.

at-taubah-60

Artinya :
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Yang berhak menerima zakat ialah:
1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Penghitungan Zakat

Untuk mengetahui cara penghitungan zakat, bisa di lihat di www.infozakat.com atau langsung klik disini

Logo SEO Kontes InfoZakat & Teak123


TAGS TEAK 123 best teak garden furniture manufacturer wholesale in Indonesia


-

Author

Follow Me